Talkshow Peternakan 2025 Hadirkan Sinergi Pemerintah, Akademisi, dan Peternakan Milenial: Bahas Ketahanan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal

Banda Aceh, 25 November 2025 — Departemen Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Talkshow Peternakan 2025 dengan tema “Ketahanan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal” di Multi Purpose Room Fakultas Pertanian USK. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Afdhal Khalilullah, B.Sc (Hons), M.T, Wakil Wali Kota Banda Aceh, serta Cut Sri Haswirna, S.Pi., M.Si, owner Frozen Food Aceh – Fish Jelly. Talkshow dipandu oleh Ir. Zikri Maulina Gaznur, S.Pt., M.Si., IPM, Sekretaris Departemen Peternakan USK.

Picture99

Acara dibuka dengan sambutan oleh jajaran pimpinan Fakultas Pertanian USK. Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D, yang diwakili oleh Dr. rer. hort. Indera Sakti Nasution, S.TP., M.Sc, selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan, menyampaikan bahwa talkshow ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional.

Dalam pemaparannya, Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah menyoroti pentingnya inovasi daerah dalam memanfaatkan potensi lokal untuk memperkuat ketersediaan pangan hewani. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mengembangkan program dan kebijakan yang mendorong efisiensi produksi serta peningkatan kualitas komoditas peternakan.

Sementara itu, pelaku usaha milenial Cut Sri Haswirna membagikan pengalaman membangun bisnis pengolahan pangan berbasis hasil perikanan dan peternakan. Ia mendorong generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor agribisnis, terutama dengan semakin tingginya kebutuhan produk pangan sehat, praktis, dan bernilai gizi tinggi. Menurutnya, sumber daya lokal Aceh memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dioptimalkan, khususnya dalam pengembangan produk olahan bernilai tambah.

Picture10

Sebagai moderator, Ir. Zikri Maulina Gaznur berhasil menggiring diskusi yang interaktif dan mendalam, mencakup isu pengembangan peternakan modern, peluang usaha bagi generasi muda, hingga strategi integrasi pemerintah–akademisi–pelaku usaha dalam memperkuat ketahanan pangan domestik.

Para peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, alumni, dan pelaku usaha mengikuti acara dengan antusias, terutama saat memasuki sesi tanya jawab yang membuka ruang dialog antara narasumber dan audiens mengenai tantangan dan masa depan sektor peternakan di Aceh.

Melalui penyelenggaraan Talkshow Peternakan 2025 ini, Departemen Peternakan USK berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri, sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru berbasis sumber daya lokal menuju kemandirian dan ketahanan pangan nasional.